.

Kenapa LCGC malah lebih boros dari small sedan 1500 cc?

Written by on ,
Kenapa LCGC malah lebih boros dari small sedan 1500 CC ? Otoman kembali berbagi dengan rekan pembaca semua. Ceritanya otoman sebagai sopir yang tiap hari pegang mobil keliling kota dengan jarak tempuh antara 75 - 100 km per hari, tergantung tujuan pengantaran, kadang bisa sampai 100 km, tapi kalau secara standar pengantaran paling hanya 75 km. Ini ceritanya masa peralihan dari menggunakan small sedan 1500 cc ke LCGC, simak berikutnya tentang kekagetan otoman akan konsumsi BBM LCGC yang otoman gunakan.


LCGC mobil dengan desain compact, luwes, cc kecil, biaya irit.


Mungkin kesan pertama seperti itu, awal otoman dulu memilih juga untuk menurunkan operational cost penggunaan mobil, dimana frekuensi penggunaan  mobil setiap hari cukup tinggi, maklumlah otoman kan seorang sopir yang harus siap mengantar kemanapun sang boss minta diantar.

Dalam benak otoman mungkin dengan menggunakan mobil murah akan menurunkan biaya operasional terutama pada konsumsi BBM. Selama ini memang otoman menggunakan small sedan berukuran mesin 1500 cc, menurut otoman ukuran ini paling cocok untuk jalan dalam kota, yang penuh macet, stop and go, tanjakan, turunan, perlu sigap menyelip supaya pengantaran cepat dan tepat. Dengan beralih ke mesin CC lebih kecil saya pikir bisa mengurangi konsumsi BBM, ternyata pada prakteknya seminggu - dua minggu pertama saya dapati konsumsi BBM yang sama antara sedan kapasitas 1500cc dengan mobil CC lebih rendah di 1200-1300, cukup heran otoman mendapati kenyataan ini.

Kebiasaan menyetir sangat penting untuk menjaga agar BBM tetap irit.
Sampai pada akhirnya otoman melakukan riset kecil kecilan, dimana riset ini digunakan untuk mencari tahu kenapa konsumsi BBM LCGC yang mana cc lebih kecil, body lebih ringan tapi malah lebih boros dari small sedan, sekedar informasi bahwa semua mobil yang otoman pakai adalah mobil transmisi manual, bukan transmisi matic. Beberapa hal yang otoman amati antara lain


  • Jalur landai dan jalur naik turun gunung dan pengaruhnya pada konsumsi BBM
  • Driver harus mengenali karakter mesin

Jalur yang ditempuh setiap hari ternyata memberikan pengaruh signifikan pada pemakaian BBM. terbukti dengan menggunakan jalan yang landai, tidak melewati turunan curam dan tanjakan curam, ternyata menurunkan konsumsi BBM dari 12 km per liter menjadi lebih hemat ke 13,5 km per liter.

Driver harus mengenali karakter mesin yang dibawanya.Otoman sebelumnya menggunakan small sedan dengan kapasitas mesin 1500 cc dan dengan torsi maksimum di kisaran 3200 RPM, dengan jenis sedan ini maka otoman merasa puas dengan kemampuan akselerasi yang cepat, stop and go yang lincah, tanjakan dapat diselesaikan dengan baik, bahkan bila tanjakan itu berupa lampu merah atau pas kebetulan macet di tanjakan, di sini sedan 1500 terasa enteng menyelesaikan semua medan.

Dengan beralih menggunakan mesin lebih kecil dengan torsi maksimum baru dapat diperoleh pada RPM yang lebih tinggi (sekitar 4000 RPM) maka perlu menginjak gas lebih dalam untuk mendapatkan tenaga lebih. Tingginya putaran RPM tentunya berpengaruh pada konsumsi BBM.

Dari sini ternyata karena small sedan yang saya pakai memiliki torsi maksimum pada RPM yang lebih rendah maka otoman tidak perlu membejek gas lebih dalam untuk melahap tanjakan, atau menyalip, ini beda bila mesin memiliki torsi maksimum pada RPM yang lebih tinggi, tentu perlu menaikkan RPM mesin untuk melahap tanjakan atau menyalip, ini tentunya meningkatkan konsumsi BBM.

Dari sinilah otoman melakukan perbaikan pada dua hal agar tercapai penggunaan bahan bakar yang lebih irit yaitu dengan cara memilih jalur berkendara yang lebih landai, tak banyak tanjakan dan turunan curam, selain itu yang penting adalah menyesuaikan karakter mesin, dimana selama ini dengan mesin torsi rendah namun tenaga tinggi maka cukup main gas kecil saja, namun dengan mesin yang perlu torsi lebih tinggi maka otoman mengatur penggunaan gigi transmisi yang lebih tepat, timing perpindahan yang lebih pas agar mesin tidak kehilangan torsi ketika menanjak atau menyalip kendaraan.

Demikian sekedar sharing dari pengalaman pribadi, mungkin bahasan ini masih jauh dari sempurna. Bila ada pertanyaan atau komentar silahkan isi dibawah ini ya.

.